Resik Kampungku, Warga RT 04 RW 13 Kelurahan Tambakreja Semangat Kerja Bakti

cilacapedia, Cilacap – Membangun kebersamaan dan keharmonisan bisa dengan cara apapun termasuk menumbuhkembangkan cinta lingkungan sebagai jati diri sehingga kesadaran kolektif tertanam.
Hal ini terwujud dalam kegiatan warga di jalan Kenari – jalan Rambutan Kelurahan Tambakreja dan sekitarnya dengan tema ‘Resik-resik Kampungku untuk Harmoni Semesta di Lingkungan’, Minggu (25/1/2026).
Antusiasme warga sangat mengembirakan pertanda kekompakan jaga tetangga menjadi hal yang wajib di antaranya dengan membersihkan drainase, jamban, balai pertemuan, ruang terbuka hijau, tempat ibadah, saling sambang, pemeriksaan kesehatan berkala warga lansia-remaja maupun balita.

Bagi warga kenyamanan lingkungan adalah identitas kerukunan berawal dari diri sendiri. Jika lingkungan kotor atau ada lalai bahkan acuh satu sama lain maka semua merasakan dampaknya. Keresahan terjadi yang menimbulkan keretakan bertetangga memunculkan disharmoni.
Sejalan dengan hal tersebut Wiwit Rodiyat selaku Ketua RT 04 RW 13 Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan sekaligus penanggung-jawab kegiatan menyampaikan kegiatan positif ini adalah aktivitas rutin warga sejak dahulu.
“Gotong royong disengkuyung bersama mulai remaja hingga lansia terlibat aktif, tidak hanya membawa perkakas kerja bakti lebih dari itu makanan seperti umbi-umbian hasil tanaman warga hingga makanan berat yang akan dinikmati bersam. Semua gembira memelihara kebersihan wilayah,” katanta.
Resik kampung ini juga bagian dari menyukseskan program pemerintah terutama antisipasi terhadap berbagai penyakit yang disebabkan nyamuk, kewaspadaan terhadap bencana banjir di tengah cuaca yang tak menentu, adaptasi perubahan iklim bisa dikerjakan melalui individu dan keluarga sebagai bagian dari masyarakat secara luas.
“Sampah hasil kerja bakti dipilah sebelum dibuang ke TPS seperti kardus, botol plastik, sisa makanan dan sebagainya,” tambahnya.
Lingkungan RT 04 RW 13 Kelurahan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan ini juga melaksanakan kegiatan lain seperti pertemuan rutin Ibu-Ibu PKK, Dasa Wisma, Karang Taruna, Kader Posyandu, Siskamling, aktifitas keagamaan, dan sebagainya.
Dari semua itu terbangunlah kehangatan bertetangga dengan senyum-sapa-silaturahmi, terbina suasana kondusif.

Terbentuknya taman lingkungan skala mini diruang terbuka hijau sekitar tempat tinggal. Setiap rumah dihiasi dengan tanaman dalam pot baik tanaman hias, buah-buahan, apotik hidup, dan peneduh. Terpantau seperti pohon mengkudu, cabe, kencur, bunga mawar, bugenvile serta bermacam tanaman lain. Menambah keindahan tersendiri.
“Kami sangat menyambut baik program ini serta berharap bisa terus ditingkatkan melalui kampung warna, gapura senyum, sedekah sampah, peningkatan biopori yang sudah ada sehingga semakin tangguh,” kata Fafa Faisal, tokoh pemuda.
Ibu-ibu, selain turun membersihkan tanpa canggung mengangkut sampah dan menyampaikan cemilan sehat warga menjadi hal yang menonjol dari warga untuk warga, sebagaimana penuturan Ani, salah satu aktifis PKK setempat.




