
cilacapedia, Cilacap – Meniti karir di bisnis perhotelan, sebagai bagian dari industi hospitality ternyata bukan mimpi dan cita-cita Muhamad Muamar Khadafi, General Manager (GM) Hotel Dafam Cilacap. Maklum saja, pria yang selalu ramah & murah senyum ini sempat mengenyam belakang pendidikan sebagai santri di sebuah pondok pesantren.
“Alhamdulillah, masa SLTA saya habiskan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Sekolah sambil pesantren. Tidak terpikir cita-cita berkarir di perhotelan seperti sekarang ini,” ungkap Dafi, panggilan akrabnya.
Hal ini tentu saja turut mewarnai gaya kepemimpinannya di manapun bertugas, termasuk di Hotel Dafam Cilacap sejak Februari 2025 lalu. “Jangan lupa sholat, itu yang selalu saya tekankan ke tim saya. Lalu setiap hari Jumat membuat kegiatan doa bersama, pengajian atau tadarrus bersama. Kami meyakini ini yang turut menguatkan Hotel Dafam Cilacap sampai saat ini,” tambahnya.
Pendidikan pesantren yang menjadi bagian dari latar belakangnya turut membentuk karakter dan ciri khas kepemimpinan pria kelahiran Indramayu, Jawa Barat mengelola Hotel Dafam Cilacap. “Insya Allah saya terbentuk dari kepahitan di dunia hospitality karena tantangan paling terpuruk sudah pernah dijalani. Yang terpenting sandaran spiritual menjadi pegangan utama,” tegasnya.

Di usia yang belum sampai 40 tahun, perjalanan karir penghobi olahraga bulutangkis dan mendaki gunung ini terbilang sudah cukup lengkap. “Training di Hotel Mandarin Oriental Surabaya menjadi titik awal saya memasuki bisnis ini. Tidak lam, lalu saya terbang ke Hotel Pacific, Batam, sebagai resepsionis,” tuturnya.
Dari Hotel Pacific, ayah dari dua putri ini sempat hijrah ke grup hotel Accord pada 2011, sebelum akhirnya menantang petualangan baru bisnis hospitality di kapal pesiar. “Tak disangka, saya langsung diterima tanpa biaya apapun, lalu berangkat berpesiar tanpa kesulitan dan kendala,” ujarnya sumringah.
Kontrak pertama selama 8 bulan sebagai petugas housekeeping di kapal pesiar dijalani dengan mulus. Iapun langsung diganjar promosi di kontrak kedua di bagian Front Office (FO). “Saya menyebutnya ini pencapaian luar biasa, karena belum ada sejarah petugas FO di bisnis kapal pesiar dari Indonesia, di tahun kedua kontrak. Biasanya terjadi di kontrak kelima dan seterusnya,” ucapnya.

Petualangan di kapal pesiarnya kemudian terhenti di 2013 saat kembali ke Batam. “Waktu itu saya pulang ke Batam dan menikah di sana. Kebetulan istri menghendaki saya stay saja di Batam,” lanjutnya.
Berbekal segudang pengalaman di sejumlah hotel nasional dan internasional seperti Marriot International Group, Swissbel Internasional Group hingga kapal pesiar membuatnya mudah saja menaklukan hotel-hotel di tanah air. “Sempat menjadi FO manager di Hotel Bintan, lalu pada 2022 dipercaya membuka Hotel Dafam di Belitung. Dari proyek pembangunan sampai pembelanjaan saya yang handle, sampai kemudian diberi amanah sebagai GM Hotel Dafam Belitung itu,” urainya yang kala itu masih berusia 35 tahun dan menjadi GM termuda di jajaran Dafam Group.

Perjalanan hidup sebagai GM kemudian membawanya berlabuh di Hotel Dafam Cilacap sejak Februari 2025. “Tadinya mau pindah ke Dumai, tapi karena ingin dekat dengan orang tua di Cirebon, saya pilih di Cilacap,” ujarnya.
Pendidikan pesantren yang menjadi bagian dari latar belakangnya turut membentuk karakter dan ciri khas kepemimpinan Dafi mengelola Hotel Dafam Cilacap. “Insya Allah saya terbentuk dari kepahitan di dunia hospitality karena tantangan paling terpuruk sudah pernah dijalani. Yang terpenting sandaran spiritual menjadi pegangan utama,” tegasnya.
Baca juga : Kerja di Hotel itu Gampang-gampang Susah, Maksudnya? Simak Cerita GM Hotel Dafam Cilacap Ini
Bagi Dafi, profesi apapun sepanjang itu halal & baik merupakan sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan dengan senantiasa berbuat yang terbaik. “Setiap manusia adalah khalifah (pemimpin). Di manapun kita berada, lakukan yang terbaik, karena Allah pasti akan melihat usaha kita,” tutupnya. (san)



