CEF 2026, Wadah Pelajar SMP Asah Kemampuan Bahasa Inggris &Kepercayaan Diri

cilacapedia, Cilacap – Bahasa Inggris tidak lagi sekadar menjadi mata pelajaran di ruang kelas. Melalui Cilacap English Festival (CEF) 2026, para pelajar SMP di Kabupaten Cilacap mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris, mengembangkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri melalui kompetisi menyanyi, pidato, dan bercerita.
Festival yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Cilacap tersebut memasuki babak final di SMP Negeri 3 Kroya, Selasa (29/9/2026). Mengusung tema Together We Grow, kegiatan ini diikuti oleh 90 finalis dari berbagai SMP di Kabupaten Cilacap.
CEF 2026 menjadi salah satu upaya mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan program kelas bilingual. Selain itu, festival ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, serta kompetensi akademik melalui pembelajaran bahasa Inggris.
Terdapat tiga cabang lomba yang dipertandingkan dalam festival ini, yaitu English Singing Contest, English Speech Contest, dan English Storytelling Contest.
Sebelum melaju ke babak final, para peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi secara daring dengan mengunggah video penampilan pada 22 Agustus hingga 1 September 2026. Peserta terbaik dari setiap kecamatan, lima peserta dengan peringkat tertinggi, serta perwakilan dari sekolah tuan rumah berhak melanjutkan kompetisi ke babak final.
90 Finalis Tampilkan Kemampuan Terbaik
Antusiasme pelajar dalam mengikuti CEF 2026 terlihat dari jumlah peserta yang berhasil melaju ke babak final. Sebanyak 30 finalis dari masing-masing cabang lomba tampil untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sehingga total terdapat 90 peserta yang berkompetisi pada babak puncak.
Ketua Panitia CEF 2026, Rochana Purba Nurfauzi, mengatakan bahwa festival tersebut tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan penampilan terbaik dan menjadikan event ini sebagai ajang untuk menambah pengalaman, kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 3 Kroya, Endang Sarworini, selaku tuan rumah, menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran para peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Cilacap. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi.
Dukungan terhadap penyelenggaraan festival ini juga disampaikan oleh Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Cilacap, Jafar Sarifudin. Menurutnya, CEF menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan ini ditujukan untuk menggalakkan pentingnya belajar bahasa Inggris di era saat ini. Selain itu, ajang ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa-siswi SMP di Kabupaten Cilacap,” kata Jafar.
Babak final CEF 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman. Dalam sambutannya, ia mengimbau para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dengan memanfaatkan berbagai fasilitas digital yang tersedia.
Paiman juga mengapresiasi para guru pembimbing yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik hingga mampu berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Daftar Juara Cilacap English Festival 2026
Setelah melalui rangkaian kompetisi dan penilaian dewan juri, para pemenang dari tiga cabang lomba CEF 2026 resmi ditetapkan.
Pada cabang English Storytelling Contest, juara pertama diraih Kalea Putri Syahriza dari SMP Negeri 1 Cilacap. Posisi juara kedua ditempati Adelia Queen Paramazahra dari SMP Negeri 2 Maos, sedangkan juara ketiga diraih Syaurah Syarafana Brianisa Hinko dari SMP Negeri 1 Kroya.
Adapun juara harapan pertama diraih Prisia Aqillah Setiyono dari SMP Negeri 6 Cilacap, juara harapan kedua Kanaya Aisyah Kamal dari SMP Muhammadiyah 1 Cilacap, dan juara harapan ketiga Anggrek Bulan Harumi Mecca dari SMP Negeri 1 Cilacap.
Pada cabang English Singing Contest, Richard Artha Sadheva dari SMP Negeri 1 Cilacap berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Vania Nadhifah dari SMP Negeri 1 Binangun, sementara juara ketiga diraih Azkal Azkiya Assyifa dari SMP Negeri 1 Majenang.
Sementara itu, Yumna Fariha Rochsyandi dari SMP Negeri 1 Cilacap meraih juara harapan pertama, Imanuel Steven Silaban dari SMP Negeri 2 Cilacap meraih juara harapan kedua, dan Khumaydilla Syafa Ramadhanty dari SMP Negeri 3 Kroya meraih juara harapan ketiga.
Pada cabang English Speech Contest, Adwa Adni Budiman dari SMP Negeri 5 Cilacap meraih juara pertama. Juara kedua diraih Nafisa Afiyah Sheza Azkhadina dari SMP Islam Al-Azhar 15 Cilacap, sedangkan juara ketiga diraih Dika Elmira Az-Zahra dari SMP Negeri 3 Kesugihan.
Untuk kategori juara harapan, Ika Novita Sari dari SMP Negeri 1 Kawunganten meraih juara harapan pertama, Meli Nuraini dari SMP Negeri 3 Kawunganten meraih juara harapan kedua, dan Aghnia Tunggacetta dari SMP Negeri 1 Cilacap meraih juara harapan ketiga.
Bangun Kepercayaan Diri Melalui Kompetisi
Bagi para peserta, CEF 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan piala dan penghargaan. Festival ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman tampil di depan publik, mengasah kemampuan komunikasi, serta membangun kepercayaan diri.
Salah satu peserta cabang English Speech Contest, Salsabila, mengungkapkan bahwa festival tersebut memberikan manfaat bagi pelajar dalam mengembangkan kemampuan diri, khususnya dalam berbahasa Inggris.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita para pelajar dalam mengembangkan diri dan belajar bahasa Inggris. Apalagi saat ini bahasa Inggris menjadi bahasa yang wajib kita kuasai,” ujar Salsabila.
Melalui tema Together We Grow, Cilacap English Festival 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pelajar, guru pembimbing, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kreativitas, serta keberanian berkomunikasi.
Festival ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak terbatas pada penguasaan kosakata dan tata bahasa. Melalui pengalaman berkompetisi, para pelajar juga berkesempatan mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan berani menyampaikan gagasan di hadapan publik. (erl/san)



