PNC Dorong Desa Banjarwaru menjadi Desa Inovasi Energi Mandiri

cilacapedia, Cilacap – Desa Banjarwaru di Kecamatan Nusawungu, Cilacap kini tengah bertransformasi menuju Desa Inovasi berbasis energi baru terbarukan (EBT). Dalam rangka mendukung pengembangan tersebut, Politeknik Negeri Cilacap (PNC) bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) meluncurkan program yang bertujuan memanfaatkan potensi energi angin dan surya sebagai sumber energi listrik mandiri.
Tim PKM PNC yang diketuai Afrizal Abdi Musyafiq, dengan anggota Riyani Prima Dewi, Novita Asma Ilahi, dan Hera Susanti, mendapat dukungan dana dari DIPA PNC 2024 untuk merealisasikan program ini. “Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah instalasi sistem pembangkit listrik tenaga surya dan angin (solar wind system), yang dirancang untuk mendukung sarana dan prasarana Desa Banjarwaru,” kata Afrizal.
Berdasarkan data Outlook Energi Indonesia 2020, potensi energi surya di Indonesia mencapai 112.000 GWp, sedangjkan potensi tenaga angin diperkirakan sebesar 9,3 GW menurut IRENA. “Sebagai wilayah pesisir selatan Cilacap, Desa Banjarwaru memiliki potensi energi surya dan angin yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” lanjut Afrizal.
Dijelaskan program ini tidak hanya membantu Banjarwaru mewujudkan visi sebagai Desa Inovasi, tetapi juga mendukung target pemerintah dalam peningkatan bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025. “Kami ingin teknologi ini tidak hanya menjadi solusi energi tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Desa Banjarwaru sebagai desa wisata berbasis energi mandiri dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Peran Mahasiswa
Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa PNC turut berperan aktif, dari tahap perancangan hingga instalasi sistem solar wind. Mahasiswa membantu merancang kerangka sistem pembangkit listrik, melakukan pemotongan dan perakitan, hingga proses instalasi teknologi di lokasi. “Dengan keterlibatan langsung mahasiswa, program ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian tetapi juga pembelajaran praktik nyata yang memperkuat kemampuan teknis mereka,” urai Afrizal.
Keberadaan pembangkit listrik tenaga surya dan angin ini diharapkan mampu menyuplai kebutuhan listrik desa secara berkelanjutan. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan menjadi daya tarik baru yang mendukung branding Desa Banjarwaru sebagai destinasi inovasi energi ramah lingkungan. “Dengan kolaborasi ini, Desa Banjarwaru siap menjadi pelopor pengembangan energi baru terbarukan di Kabupaten Cilacap dan memberikan inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia,” pungkasnya. (afr/sand)




