Nasional

Peken Tjilatjapan Edisi ke-5, Pj Bupati Dorong Anak Muda Kreatif Pasarkan Brand Lokal Cilacap

Cilacapedia, Cilacap – Peken Tjilatjapan, sebuah inovasi kaum muda kreatif Cilacap kembali diselenggarakan di gedung eks Pabrik Industri Sandang Nusantara (ISN) atau lebih dikenal Pemintalan, Sabtu (23/1/2023). Peken Tjilatjapan edisi ke-5 ini mengusung episode Pantjak Satoe, hasil kolaborasi berbagai komunitas kreatif, local makers, local market, pemerintah, institusi pendidikan dan media di Cilacap.

Mengangkat tema “HAP” (Heritage, Art, dan Pop Culture), acara ini menyajikan pengalaman yang menggabungkan kearifan lokal, seni kreatif, dan budaya pop. Beberapa kegiatan menarik yang dapat dinikmati oleh sekitar 100 pengunjung antara lain pengalaman mengesankan termasuk Tour de History, workshop seni, dan kolaborasi produk lokal dari UMKM.

Penjabat (Pj.) Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap Cilacap Kreatif sebagai wadah promosi untuk kearifan lokal Cilacap. Ia menekankan pentingnya ekonomi kreatif terwujud di Kabupaten Cilacap. “Cilacap Kreatif diharapkan menjadi media promosi kearifan lokal dengan kegiatan dan aktivitas ekonomi kreatif seperti ini, sejalan dengan program Pemkab Cilacap,” ujarnya.

Pj Bupati, Awaluddin Muuri (berpeci, keempat dari kiri) didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Cilacap, Fitri Awaluddin Muuri (kerudung putih), Creative Director Cilacap Kreatif, Romi Jabran (ke-3 dari kiri), serta para pejabat Pemkab Cilacap, PT. Industri Sandang Nusantara, dan Cilacap Kreatif di momen Peken Tjilatjapan edisi ke-5 (foto : Cilacap Kreatif untuk Cilacapedia)

Diketahui Peken Tjilatjapan diadakan setiap bulan dengan semangat kolaborasi memperkuat ekosistem kreatif lokal. Setidaknya ada lebih dari 20 komunitas dan UMKM sekitar Cilacap dan Banyumas berkumpul untuk bertukar ide, menjalin kerja sama, dan membangun keberlanjutan ekonomi kreatif di Cilacap.

Creative Director Cilacap Kreatif, Romi Angger Hidayat menyoroti inspirasi kolaboratif dari Bupati Pertama Cilacap, Tjakrawedana. “Kita semua adalah Tjakrawedana yang bersatu dan berkolaborasi untuk membangun Kabupaten Cilacap yang kreatif. Program ini adalah lanjutan dari Peken Banyumasan Tjilatjap yang sebelumnya mengusung tema Tjakrawedana,” ungkap pria yang akrab disapa Romi Jabrand ini. 

Salah satu momen istimewa adalah sesi BYOT (Bring Your Own Tjilatjapan), sebuah sarasehan yang melibatkan enam unsur penting dalam membangun ekonomi kreatif, yakni pemerintah, industri, bisnis, akademisi, media, dan agregator.

Acara ini diikuti unsur Pemkab Cilacap, Universitas Alirsyad Alislamiyah Cilacap (UNAIC), SMA LB Cilacap, Radio Thomson, Kajiki, Batik Ecoprint, dan Komunitas Kreatif di Cilacap.

Produk lokal batik asal Maos, Rajasamas, mengisi salah satu spot pameran di Peken Tjilatjapan Edisi Pantjak Satoe (foto : Cilacap Kreatif untuk Cilacapedia)

Kegiatan juga dihadiri Ketua Dekranasda, Fitri Awaluddin Muuri yang menyebut bahwa diskusi di BYOT mampu menghasilkan sebuah rumusan masalah. Bila dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan. “Pemerintah membutuhkan masukan dari masyarakat, termasuk program ekonomi kreatif. Maka forum diskusi seperti ini dapat menjadi wadah untuk menampung aspirasi tersebut,” tuturnya.

Digelarnya Peken Tjilatjapan yang diketuai oleh Nurul Husnul Khotimah, mahasiswi aktif di Politeknik Negeri Cilacap (PNC) ini menjadi langkah konkret menyediakan ruang publik untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif, seperti disampaikan Operational Manager Cilacap Kreatif, Donie Hulalata. “Ini bukan event dengan euforia semata. Di sini kita membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berguna sebagai ruang temu seluruh entitas kreatif di Cilacap dengan cara yang kreatif,” katanya.  

Peken Tjilatjapan adalah Creative Placemaking dengan Heru Santoso sebagai Penanggung jawab. (sand)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button