Musda ke-2 JSIT Cilacap, Momentum Penguatan Kolaborasi dan Inovasi Organisasi

cilacapedia, Cilacap – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 di Pendopo Wijayakusuma, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang diikuti 35 peserta ini menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi & mendorong inovasi organisasi dalam menyongsong kepengurusan periode 2026–2030.
Ketua Panitia, Rina Yuliana menegaskan musda bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi & penguatan tata kelola organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Musda ke-2 ini bukan hanya agenda formal, tetapi bagian dari evaluasi menyeluruh dan penataan organisasi agar semakin inovatif serta responsif terhadap tantangan pendidikan ke depan,” ujarnya.

Musda secara resmi dibuka oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman. Dalam sambutannya, ia mengingatkan, tidak ada kepemimpinan yang sempurna dalam sebuah organisasi karena setiap pemimpin memiliki pendekatan sesuai dengan zamannya.
“Keberhasilan organisasi, termasuk di bidang pendidikan, bukan hasil kerja satu orang. Diperlukan kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama,” tegasnya.
Syamsul juga menilai output peserta didik JSIT selama ini menunjukkan capaian yang luar biasa. Dengan konsep pendidikan terpadu dan terintegrasi, JSIT dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 melalui penguatan karakter, intelektual, dan spiritual secara seimbang.

Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah yang diwakili Fathurrahman menyampaikan musda merupakan bagian dari pertanggungjawaban kepemimpinan, regenerasi, serta penguatan ukhuwah dan kolaborasi antaranggota.
“JSIT wilayah berkomitmen untuk terus mendampingi, bersinergi, serta mendukung seluruh daerah dalam menjalankan program strategis demi terwujudnya ekosistem Pendidikan Islam Terpadu yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Dalam Musda ini, Ketua JSIT Kabupaten Cilacap periode 2022–2026, Agus Riyanto kembali terpilih menakhodai organisasi untuk periode 2026–2030.
Dalam amanatnya usai terpilih, Agus menargetkan pada tahun pertama kepemimpinannya untuk mengokohkan konsolidasi antar-Sekolah Islam Terpadu (SIT) agar semakin solid dan satu visi.
Selain itu, ia menekankan peningkatan mutu pendidikan berbasis standar nasional dan kekhasan SIT dengan tata kelola profesional, mendorong inovasi pembelajaran berlandaskan nilai-nilai keislaman, memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dan guru, serta memperluas kolaborasi strategis.

“Kami ingin mewujudkan SIT Cilacap yang unggul, berkarakter, dan berdampak bagi umat dan bangsa,” tegas Agus.
Saat ini, JSIT Kabupaten Cilacap menaungi 19 sekolah yang tersebar di 11 kecamatan, dengan total 3.500 siswa dan 375 guru.
Setiap hari, SIT menghadirkan layanan pendidikan bermutu yang memadukan kecerdasan intelektual, pembentukan karakter, serta penguatan spiritual.
Musda ke-2 ini diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus pijakan strategis dalam menghadirkan pendidikan Islam terpadu yang semakin relevan dan berdaya saing di Kabupaten Cilacap. (mua/san)




