Kilang Cilacap Terima Penghargaan atas Kontribusi Penanganan Longsor Majenang

cilacapedia, Cilacap – Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap menerima piagam penghargaan dari Pemkab Cilacap atas kontribusi penanganan bencana tanah longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, November 2025 lalu.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman kepada Area Manager Communication & Relations Kilang Cilacap, Cecep Supriyatna di sela-sela peresmian penempatan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas bencana. Acara berlangsung di komplek huntara Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Selasa (27/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Syamsul Auliya Rachman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang bahu membahu membantu penanganan bencana tanah longsor tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, serta BUMN/BUMD menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Sekecil apa pun peran yang diberikan, sangat berarti bagi para penyintas. Atas nama Pemkab Cilacap, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Kilang Cilacap, yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritas nyata,” ujar Bupati.
Cecep Supriyatna menjelaskan keterlibatan Kilang Cilacap dalam penanggulangan bencana dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program. Bantuan yang disalurkan bersumber dari donasi lintas organisasi internal. Di antaranya Persatuan Wanita Patra (PWP), Patra Cahaya Kusuma (PCK), Koperasi Wanita Patra (KWP), Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK), BDI, Bazma, Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK), Agent of Change (AOC), Relawan Pertamina Peduli (Relpi) dan project RDMP.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong seluruh insan Kilang Cilacap untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak musibah,” kata Cecep.
Selain bantuan fisik, Kilang Cilacap juga menginisiasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, khususnya di wilayah rawan bencana.
Tidak berhenti di situ, Kilang Cilacap juga berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat yang kini tinggal di hunian sementara. Program pemberdayaan tersebut diarahkan pada peningkatan keterampilan yang memiliki nilai jual, sehingga diharapkan mampu membantu pemulihan ekonomi dan kemandirian warga penyintas.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan simbolis penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Cibeunying, Lili Warli sebagai bagian dari rangkaian peresmian huntara. “Kami berterimakasih kepada Pertamina Cilacap sejak pascabencana sampai hari ini tak henti berkontribusi membantu penanganan bencana,” katanya.
Diketahui dari total 56 unit kebutuhan huntara, pemkab meresmikan 17 unit huntara yang siap ditempati oleh para penyintas bencana. Sisa 39 unit huntara lainnya masih dalam proses pembangunan.
Penyintas mendapatkan unit huntara berukuran 6 x 7 meter dengan satu ruang keluarga, dua kamar tidur, toilet dan dapur. Bangunan dibuat dengan struktur baja ringan dan dinding berbahan galvaum. Selain itu dilengkapi kebutuhan penunjang seperti listrik, air, perabotan rumah tangga, kasur dan lain-lain.
Peresmian juga dihadiri Deputi V Bidang Logistik dan Perlengkapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Andi Eviana; Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, dan unsur Forkopimda Cilacap.
Kilang Cilacap menegaskan komitmen untuk terus hadir dan berkontribusi pada upaya penanggulangan bencana serta pemulihan sosial masyarakat, sejalan dengan peran perusahaan sebagai penyedia energi nasional yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar.




