Nasional

KEK Cilacap, Jalan Tengah menuju Cilacap Kreatif & Berkarakter Unggul

cilacapedia, Cilacap – Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Cilacap hadir sebagai solusi atas keresahan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Hal itu mengemuka dalam Workshop KEK ‘Menumbuhkan Ekosistem Ekonomi Kreatif & Upaya Perlindungan Karya Intelektual di Cilacap’ di area Borobudur Plaza, komplek Pasar Gede, Cilacap, Jumat (28/2/2025).

Kegiatan berlangsung santai, membahas isu strategis & gagasan orisinil tentang Cilacap. Peserta tidak hanya pelaku kreatif dari sektor perfilman, namun juga pelajar mahasiswa, pengusaha, pengamat, kalangan profesional.

Ketua KEK Cilacap, Martin Tri Santoso menyebutkan diskusi santai namun serius ini menjadi komitmen KEK sebagai jembatan pelaku ekraf dalam berkarya serta membangun perekonomian & peradaban. “Sebagai langkah perlindungan karya intelektual, KEK Cilacap meyadari pentingnya kolaborasi pemikiran lintas sektor maupun generasi dan kepentingan,” katanya.

Ketua Bidang Hukum, Regulasi, & Hak Kekayaan Intelektual KEK, Sri Haryani dalam narasi pemantik diskusi mengungkapkan peran penting KEK. “KEK merupakan wadah penghubung antara pelaku ekonomi kreatif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sektor swasta,” ujarnya.

Dalam paparannya, Sekretaris KEK Cilacap, Teguh Purnomo menegaskan KEK memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pelaku ekonomi kreatif dengan berbagai pemangku kepentingan. “Kami memahami ekosistem ekraf tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan yang tepat. Oleh karena itu, KEK berkomitmen menjadi fasilitator yang mempertemukan pelaku ekraf dengan kebijakan yang mendukung,” urainya.  

KEK Cilacap, lanjut dia hadir memilih jalan tengah sebagai solusi atas keresahan pelaku ekraf, maupun tantangan dalam mengembangkan kreativitas. “Kami berharap kita semua mengikis skat primordial maupun senioritas. Karena dalam karya mereka yang mampu mengembangkan imajinasi maupun inovasi akan bertahan menyongsong zaman bukan karena tua atau muda,” tandas Teguh.

Senada, Bidang Riset KEK Cilacap, Andika Prasya menjelaskan pentingnya data akurat untuk membangun ekraf. Oleh karena itu, KEK Cilacap akan terus melakukan pendataan pelaku ekraf, mengidentifikasi potensi, serta memetakan tantangan dan peluang yang ada. “Dengan data yang kuat, kita bisa merancang kebijakan yang tepat sasaran dan membantu pelaku ekraf berkembang lebih jauh,” ucapnya.

Ditambahkan ekosistem subsektor perfilman akan menjadi subsektor unggulan, cocok untuk dikembangkan karena dapat mempersatukan semua subsektor ekraf. “Tantangan utama adalah menghasilkan film berkualitas, bukan film yang sekedar ada. Syukur bisa mencapai standar industri. Untuk itu, diperlukan keseriusan dari tahap produksi hingga distribusi,” tegasnya.

Pelaku ekraf Cilacap juga perlu memamahi aspek hukum khususnya terkait hak kekayaan itelektual. “Banyak pelaku ekraf yang belum menyadari pentingnya mendaftarkan hak cipta mereka. Padahal, dengan adanya hak cipta akan memiliki perlindungan hukum yang jelas,” pungkas Andika. (hanz/sand)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button