Nasional

BUMDes Pagubugan Kulon Siap Go Digital, PNC Dampingi Penguatan Sistem Informasi

cilacapedia, Cilacap — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Warga Pagubugan Kulon, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap melangkah menuju digitalisasi pengelolaan usaha. Bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Cilacap (PNC), program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, sekaligus memperluas akses pasar melalui sistem informasi berbasis web.

Program dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada 5 Juni 2025. Dalam forum tersebut, pengurus BUMDes menyampaikan kondisi terkini dua unit usaha aktif, yakni Internet Desa lebih dari 450 pelanggan & Samsat Budiman untuk pembayaran pajak kendaraan.

Meski berjalan baik, pencatatan transaksi masih dilakukan manual sehingga rawan kesalahan dan memakan waktu.

Tahap selanjutnya konsolidasi lapangan pada 3 Juli 2025 di kantor BUMDes. Tim PKM dan perangkat desa menyepakati pengembangan sistem e-billing yang terintegrasi dengan Virtual Account (VA). Ini untuk memudahkan pembayaran pelanggan, ditambah fitur notifikasi WhatsApp/SMS sebagai pengingat tagihan. Selain itu, akan dibuat website resmi BUMDes sebagai sarana promosi produk dan layanan.

Untuk memperkuat penguasaan teknologi, pada 18–19 September 2025 digelar pelatihan sistem informasi di Balai Desa Pagubugan Kulon. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BUMDes dan perangkat desa, dengan materi penggunaan sistem digital, pencatatan transaksi otomatis, manajemen pelanggan, hingga pengelolaan portal promosi online.

Direktur BUMDes Mitra Warga, Ahmad Romli, menyampaikan apresiasinya dengan program ini. “Dengan adanya sistem digital, pengelolaan usaha bisa lebih transparan dan profesional, serta mempermudah layanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem yang dikembangkan sudah sesuai kebutuhan pengelola BUMDes. Namun, perangkat desa juga memberikan masukan agar nantinya ditambahkan fitur laporan sehingga aspek transparansi bisa semakin diperkuat.

Ketua Tim PKM PNC, Ratih Hafsarah Maharrani menegaskan program ini tidak berhenti pada pelatihan sistem. “Tahap berikutnya dilakukan pelatihan literasi digital dan pemasaran online kepada pengelola maupun warga desa. Harapannya, BUMDes dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha,” jelasnya.

Kegiatan PKM ini dikoordinasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNC dengan dukungan pendanaan dari DIPA Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan dukungan tersebut, BUMDes Pagubugan Kulon kini semakin siap menyongsong era digitalisasi desa. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus model percontohan bagi desa-desa lain di Cilacap. (aguss/san)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button